Uncategorized

One Day Tour 3 Pulau: Pulau Benteng, Pulau Rumah Sakit dan Makam

Sekali dayung, 2-3 pulau terlampaui. Yak, peribahasa itu tepat banget nih sama trip yang gue ikutin. One day tour 3 pulau. Tanggal 26 April kemarin, selama 1 hari, gue udah ngiterin 3 pulau sekaligus. Mau tahu pulau apa aja? ini dia pulaunya.

Pulau ini dinamakan Pulau Kelor. Di pulau ini terdapat benteng peninggalan Belanda saat VOC dulu. Masih inget VOC kan? hehe. Benteng ini dinamakan Martello. Menurut sejarahnya, banteng ini difungsikan sebagai tempat pertahanan dari musuh. Pulau ini ngga begitu besar, kurang lebih dengan waktu 10 menit, elo udah bisa khatamin pulau ini. Karena udah dirawat sama pemerintah, Pulau Kelor udah lumayan keurus. Udah ada tempat ganti baju, toilet dan beberapa kamar juga dermaga yang bagus. Lanjut ke pulau berikutnya yuk!


FYI, cipir ini bukan maksutnya buah kecipir (gue juga baru tahu sih ada buah yang namanya kecipir), tapi cipir ini artinya khayangan. Kenapa? Karena, pulau ini dulunya adalah tempat perawatan calon jemaah haji yang punya sakit menular macem kusta, dll. Nah, maksutnya disebut khayangan, karena ada juga calon jemaah haji yang akhirnya beranjak ke khayangan (surga) diakibatkan sakit yang dideritanya. Pulau ini lebih besar dari Pulau Kelor, jadi lumayan lah olahragain kaki buat explorenya. Tapi jangan sedih, setelah diputerin, pulau ini punya banyak spot yang bagus buat……. poto 😐

Nah, pulau terakhir yang gue datengin ini dinamakan Onrust. Kalo ngeliat di google sih, arti dari pulau ini yaitu ngga pernah istirahat, diambil dari Un Rest. Dulu ada jembatan yang menghubungkan pulau onrust dan pulau cipir, tapi sekarang cuma tinggal pondasinya aja. Kalo di Pulau Onrust,  calon jemaah haji yang sehat dikarantina disini. Jadi ada barak-barak dan rumah dokter yang kalo kalo ada calon jemaah yang sakit. Seremnya disini ada beberapa makam. Makam balanda, makam pribumi dan makam anak kecil.
Horrornya lagi, pernah ada cerita kalo salah satu makam Belanda yaitu Maria Magdalena suka keliling pulau sambil bawa lentera/lampu petromax. Tambahan keseremannya, pernah ada orang yang ngecamp di pulau ini, terus pintu tenda mereka dibuka, dan saat itu Maria nyodorin lenteranya seraya ngeliat mereka yang lagi tidur, terus ditutup lagi. hiiiiiiiiiii…
Cerita horror lainnya, jadi pernah dulu ada pengunjung yang diceritain sejarah makam Belanda ini, terus pengunjung itu nanya ke tour guide gue, dia bilang, “Mas, Maria itu rambutnya diiket pake sapu tangan ya?”. Tour guide gue bingung dong, dan dia cuma bilang, “Detailnya kurang tahu, tapi kalo informasi yang saya dapet Maria pake baju Belanda. Memang kenapa?”. Bales si pengunjung itu,”Kayanya itu Maria deh yang tadi ngintip dibalik pohon sambil nengok kearah kita”. Daaarrrr!!! Apa ngga merinding gue dengernya. Setiap gue nyeritain ke orang tentang ini gue juga masih merinding, nulis cerita ini juga gue masih merinding. aaakk!!

Over all, ini seru sih. Walaupun ke pantai ngga pake acara gebyar-gebyur basah-basahan, tapi lumayan banyaklah pengetahuan PLUS pengalaman yang bisa elo bawa pulang (selain baju kotor). (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *