Uncategorized

#FUTUREBRIDESTORY PART 5 : DRAMA TANGGAL PERNIKAHAN

Hal yang menegangkan saat tukat cincin bulan Januari kemarin adalah saat rencana diskusi penentuan tanggal belum berakhir dengan lancar dan belum berjodoh untuk punya pendapat yang sama. Dan karena ada perbedaan pendapat, tanggal finalnya diinfokan kemudian hari. Prosesnya pun agak drama, tapi aku pasrah :’)

Misscom memang menjadi hal yang bisa memecah belah, apalagi ditambah kalau manusianya selalu su’udzon. Aku, menghindari banget hal itu. menjaga tutur kata, terbuka setiap informasi yang ada. Mengurangi tingkat kekecawaan orang dalam prosesnya. Kita ngga bisa menghindari orang tua atau keluarga kita berharap terhadap acara ini, tapi kita juga mesti kasih pengertian bahwa, kasihanilah anakmu ini. Hahaha.
Agak umum banget ya kata-katanya, hahaha. Ada hal internal yang harus disimpan sendiri dan ada hal lain yang mungkin bermanfaat buat kalian. Seperti, harus punya pendirian, tidak bermaksut berani, tapi keadaan jaman dulu dan jaman sekarang ‘agak’ berbeda. Itu yang keluarga perlu tahu. Penting juga keluarga tahu kemampuan kamu, entah dari segi apapun itu, jadi pengharapan mereka sama kamu tidak terlampau banyak dan tinggi. 
Di saat-saat seperti ini, kamu juga harus tunjukan kalau kamu anak yang berbakti kepada orang tua, dengan memenuhi ‘kebutuhan’ mereka, kebutuhan tidak terbatas pada barang atau uang, tetapi waktu luang juga. Nyenengin mereka sebagai anak yang masih single lah, barangkali ada diantara kita lebih banyak habiskan waktu diluar rumah atau lebih banyak bersama teman dan pekerjaan dibanding keluarga :’D. Fully for parents pokoknya, kalau udah nikah, waktu dan fikiranmu pasti terbagi dan terbatas ‘sedikit’ kan, karena kamu dibawah suamimu :’)
Setelah menunggu beberapa minggu dibarengi dengan drama tiada henti, akhirnya ALHAMDULILLAH, keluarlah tanggalnya. Tapi PR aku dan dia belum selesai. Akad nikah dan resepsi kami beda hari :”D
Akad nikahnya harus Hari Jumat Pagi dan resepsinya di Hari Sabtu Siang. Karena kami berdua berasal dari keluarga Jawa, tapi Jawanya beda daerah, mungkin ada perbedaan pendapat disitu. Sebenernya dari segi agama, semua hari baik dan kalau bisa disegerakan lebih bagus. Tapi mengingat kultur kami seperti itu dan persiapan kami yang belum full plus kondisi keluarga rizky yang memang hampir semuanya dari Jogja, maka, keputusan seperti itu dinilai yang paling terbaik. Wallahu alam.
Resultnya,
Jarak antara tukar cincin dan akad nikah memang agak jauh, dan ternyata ujian demi ujian itu pun dimulai ……….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *