Uncategorized

Belajar Mindfulness Bersama Home Credit

Kamu pernah ngga sih ngerasain misal kamu lagi disuatu tempat ni, tapi fikiran kamu flashback ke masa lalu atau kamu lagi dirumah/kantor tapi kamu ngga tenang, jadinya fikiran kamu membayangkan masa depan, yang mana masa depan itu belum tentu kejadian, dan dari situ kamu mulai cemas.

Jika pernah, kamu harus belajar mindfulness bareng Home Credit dan Mas Adjie, karena itu tandanya kamu belum menyadari penuh bahwa kamu itu bukan hidup dimasa lalu dan bukan juga hidup dimasa depan, tapi kamu hidup dimasa kini.

Sebelum aku sharing lebih jauh apa yang aku pelajari, aku mau cerita sedikit, kenapa si aku excited dan seneng banget sama tema mindfulness. Hal itu karena aku punya riwayat anxiety yang bersumber dari GERD. Serangan demi serangan aku terima sejak aku mulai mau melahirkan. Serangannya juga ngga main-main, sampai bisa mengarahkan fikiran aku untuk selalu was-was/cemas dan takut/merasa mau meninggal. Mungkin kamu bacanya terdengar agak lebay, tapi serangan ini nyata.

Qadarullah, pelan-pelan kondisiku membaik dengan healthy life, dan aku bisa lawan fikiran kalo aku itu pernah GERD baru-baru ini aja, sekitar awal bulan July. Stigma fikiran aku yang kemarin, masih membuat aku cemas misal aku telat makan atau ngga bisa lepas dari makan dalam rentang waktu 3-4 jam. Masya Allah, Alhamdulillah dituntun Allah untuk membolak-balikan hati agar mampu melawan fikiran yang ngga nyata. Kisah ini nanti ku ceritain dipostingan berbeda ya.

Baca Juga: Anti Rontok Anti Ketombe: Solusi Masalah Rambut

OK, kita balik ke mindfulness, apa sih itu?. Mindfulness adalah kondisi dimana diri kita sadar disaat ini, disini dan kini. Bingung ngga? Hahaha. Jadi, menurut Mas Adjie, Praktisi Mindfulness yang udah belajar hal ini selama 15 tahun, betapa sering tubuh kita disini tapi fikiran ngelayap ke masa lalu, atau tubuh kita disini tapi kita ngga tenang, dan ngelayap ke masa depan, penuh dengan cemas. Jika kita pernah merasakan itu, maka kita perlu melatih mindfulness.

Terus mungkin kamu bertanya, emang untungnya belajar mindfulness itu apa?. Kamu perlu tahu, kalo kita ngga tenang/stress/panik/takut/cemas, semua kondisi itu mengartikan fikiran kita masih terjerat masa lalu dan masa depan, jadinya kita ngga bisa tenang sebab kita cemas, biasanya cemas itu karena suatu ketidakpastian, akhirnya fikiran kita sering banget ngelayap ke masa depan, dan ngebayangin hal2 yang belum pasti terjadi. Pernah ngga kamu bilang, “jangan2 seandainya kita begini nanti akan jadi begitu atau sebaliknya, seandainya kita begitu, jangan2 bakal begini”, nah pemikiran kaya gitu yang bikin kita cemas. Apabila kita mempelajari mindfulness, kita bisa berdamai dengan rasa cemas itu, dan bisa juga menjaga kesehatan fisik dari peningkatan imunitas dengan melatih fikiran kita berada disaat ini, kini, disini.

Sebenernya, cemas itu wajar ngga si, dan penyebabnya apa?. Penyebab cemas itu karena sesuatu yang ngga pasti, sesuatu yang kita ngga tahu dan diluar kendali, terus kita ngga bisa jangkau dan yang paling penting, penyebab cemas adalah keinginan kita untuk memastikan yang tidak pasti. Bukan ketidakpastian yang bikin cemas, cemas itu wajar, tapi yang bikin ngga wajar adalah terlalu banyak keinginan untuk memastikan itulah yang bikin kita cemas. Mindfulness mengajarkan kita berdamai dengan mengurangi memastikan apa pun yang tidak pasti, karena coba deh kamu tulis dikomen, hidup ini lebih banyak pasti atau tidak pasti?

Baca Juga: Skin Care Yang Menenangkan

Apalagi dimasa pandemic kaya sekarang, pasti jadi makin banyak yang cemas/parno, entah cemas covid, cemas kondisi ekonomi dan sebagainya. Mas Adjie kasih tips untuk mengurangi parno yang bisa diterapkan kapan pun dengan kondisi apapun, yaitu kamu luangkan waktu 5-10 menit untuk berlatih hening, duduk diam, pejamkan mata, dan sadari nafas kamu. Ini adalah tips yang manjur supaya kamu tetap tenang, langkah jadi lebih ringan. Ketika udah menyadari nafas, kita tarik nafas lalu sadari jika kita sedang menarik nafas, lalu hembuskan dan sadari kalo kita sedang menghembuskan nafas. Kita harus sadar, nafas itu adanya disaat ini, ngga ada nafas masa lalu atau nafas masa depan. Fikiran yang ada disaat ini, disini, kini yang membuat kita ngga parno.

Latihan ini juga bisa diterapkan saat kita terlalu memikirkan masa depan seperti, duh besok gimana ya, gue harus apa. Memikirkan hari esok adalah hal yang wajar, tapi jangan cemas/insecure/parno/was2, misal fikiran itu udah terlalu jauh atau terlalu mikirin, balik lagi ke hening ya.

Selain parno, makin banyak orang yang overthinking sejak pandemi, tapi kamu jangan ngejudge diri sendiri ya, kaya misal, duh gue jadi overthinking deh akhir2 ini. Nah, mungkin yang sebenernya kamu itu bisa ngga overthinking, tapi karena kamu udah mengasumsikan diri kamu sendiri, kamu bisa jadi beneran overthinking loh.

Mas Adjie juga menyarankan agar kita jangan terlalu percaya sama fikiran kita sendiri. Mm.. agak aneh sih, tapi Mas Adjie ada benarnya, karena salah satu tugas fikiran kita adalah kasih bayangan2 kejadian, dan mungkin sering diantaranya belum tentu benar. Jadi, ketika muncul kecemasan, kita harus inget bahwa fikiran kita belum tentu benar.

Baca Juga: Minuman Ini Bikin Hidup Lebih Sehat

Disamping ngomongin cemas, Mas Adjie juga sharing tentang konsep percaya diri. Selama ini kita bisa punya rasa percaya diri karena kita udah membandingkan diri kita sama orang lain bukan? Bener ngga? Jika iya, sebenernya kamu udah membuat diri kamu capek hati dan lelah emosional. Jadi percaya diri yang sehat adalah bukan dengan membandingkan, tapi percaya diri yang berbekal dari menerima diri sendiri apa adanya, yaitu punya kelebihan&kekurangan, karena tidak ada manusia didunia ini yang unggul disegala bidang.

Fenomena lain banyak juga yang mulai gerah sama isi socmed, banyak banget orang yang “pamer” kebahagiaan via postingannya. Kondisi ini juga kadang membuat kita emosi marah atau iri. Kenyataannya bukan orang lain yang membuat kamu emosi, tapi emosi itu ada didalam diri kamu sendiri karena merasa terbandingkan, yang perlu kita lakukan adalah bercermin dulu sebelum terlalu sibuk menyalahkan orang lain. Jadi, bukan mereka yang pamer, tapi kita yang terlalu insecure. Solusinya tinggal rehat sejenak dari socmed, digital detox dan menjaga jarak.

Masa stay home kadang membuat kita bosen sampe bingung mau ngapain, Mas Adjie sharing tips menjaga produktivitas, yaitu meluangkan waktu untuk berlatih nafas, menulis to do list dan dibuat skala prioritas, setelah itu lakukan dengan happy dan ikhlas, selain itu kita harus mengurangi multitasking karena multitasking malah bikin ngga produktif, karena pasti bakal sering kedistrack, lebih baik kurangi multitasking dan memperbanyak single tasking.

Sebagai akhir dari sharing, kembali, yang perlu diingat, cemas, sedih, marah, takut, digolongkan menjadi unpleasant feeling yang sulit dihadapi karena fikiran kita tidak bekerjasama dengan kita. Fikiran yang seharusnya membantu kita malah bikin ribet hidup kita, jadi apapun unpleasant feeling yang kita rasakan, cara melawannya adalah berlatih agar fikiran tetap tenang, dan untuk tenang kita perlu berlatih ke latihan utama yaitu sadari nafas.

Sebelum kita bisa tenang ditengah kecemasan, kita perlu berlatih tenang disaat tidak cemas. Kalo, pengen bisa tenang disaat cemas, kita harus berlatih ketenangan terus menerus.

Setelah kamu baca tulisan yang agak panjang ini mungkin kamu masih bingung harus gimana, tapi aku yang pernah merasakan serangan2, hal ini penting banget dan harusnya aku pelajari sebelum aku mendapat serangan. Eh, lagi2 flashback, haha. Stop flashback dan ngebayangin yang engga2, balik lagi, jaga ketenangan agar bisa melangkah lebih ringan, sadari nafas, disini, kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *